Jumat, 15 Juli 2016

Cara Praktis Mengawetkan Sayuran Tanpa Kulkas Dan Kantung Kedap Udara

kebunia :: Sayuran yang tidak segera dimasak akan mengalami layu dan kurang enak ketika dikonsumsi karena tidak lagi segar, dan kemungkinan sudah ada beberapa komponen yang hilang sehingga rasa sayuran segar dan layu berbeda, salah satunya adalah kandungan air untuk mempertahankan nutrisi. 

Bagi para pedagang sayur, petani sayur, dan Anda yang sering belanja sayuran 1 minggu sekali untuk menghemat anggaran dari pada setiap hari beli sayuran, tips ini harus Anda ketahui untuk mengawetkan sayuran tanpa menggunakan pendingin kulkas, freezer, ataupun kantung plastik kedap udara.
Bagi pedagang sayur yang sering kita temui kadang ada beberapa sayuran yang tidak habis terjual pada hari itu akan mengurangi keuntungan penjualan, bahkan karena sudah layu harus dibuang karena tidak layak jual.
Bagi petani sayur, proses distribusi hasil panen sayur membutuhkan waktu cukup panjang karena kadang sayuran dipanen pada sore hari agar sayuran sampai kepedagang dalam kondisi segar. Permasalahannya jika jumlah sayuran yang dipanen tidak cukup waktu dikerjakan sore hari karena harus disortir dahulu pada malam harinya, dengan cara ini sayuran bisa dipanen pada waktu pagi dan tetap segar pada pagi berikutnya atau keesokan hari.
Bagi Anda yang sering belanja sayuran 1 minggu sekali di pasar untuk menghemat anggaran keluarga dari pada harus belanja sayuran setiap hari di warung dengan harga lebih mahal dari harga di pasar, cara ini cukup efektif untuk menghemat anggaran.

Dari pengalaman kami ada beberapa cara mengawetkan sayuran tanpa kulkas, dan kantong plastik kedap udara dan sudah terbukti berhasil hanya saja dibutuhkan sedikit waktu dan biaya awal untuk pengadaan sarana. 
Sebagai catatan dalam praktek mengawetkan sayuran ini hanya bisa diterapkan untuk jenis sayuran daun seperti kangkung, bayam, sawi, dll, bukan jenis sayuran buah seperti cabai, tomat, labu, dll.
Peralatan yang dibutuhkan.

  1. Wadah / bak untuk menampung sayuran.
  2. Tali untuk membuat sekat sayuran.
  3. Lembaran plastik untuk penutup.
  4. Rak untuk meletakkan wadah.
  5. Air.
  6. Baking soda.

Tips Mengawetkan Sayuran Dengan Biaya Rendah

Berikut ini proses pengawetan sayuran tanpa menggunakan kulkas, pendingin, dan kantong plastik kedap udara.


  • Sayuran yang sudah Anda miliki dicuci hingga bersih dan buang bagian yang rusak karena penyakit bukan patah, tapi jika ada gejala busuk sebaiknya dibuang.

  • Rendam seluruh bagian sayuran semalam jika kondisi sayuran sudah benar-benar layu yang parah, jika masih terlihat segar cukup 1 jam saja. Tiriskan dan pisahkan yang tidak layak untuk diawetkan karena ketika proses perendaman barang kali baru terlihat ada bagian yang rusak.

  • Isi wadah atau bak dengan air dan taburkan baking soda yang sekiranya cukup untuk merendam batang bagian bawah.
  • Tata sayuran dengan posisi berdiri dan bagian pangkal menyentuh/terendam air.
  • Ganti airnya minimal 2 hari sekali hingga sayuran habis dikonsumsi. Sayuran akan tetap segar lebih dari 1 minggu jika perawatannya benar dan akan tumbuh dengan daun yang baru, bahkan akar akan muncul dalam waktu tidak kurang dari 2 minggu.
  • Khusus untuk kangkung dalam waktu 1 minggu biasanya akan tumbuh akar, dan untuk jenis sayuran yang lain masing-masing berbeda waktunya. 
  • Jika sayuran sampai tumbuh akar dan daun maupun tunas baru, biarkan dan rawat sampai Anda membutuhkan daunnya untuk dikonsumsi, tambahkan pupuk untuk menyuplai kebutuhan nutrisi tanaman.

Dengan tehnik ini Anda tidak hanya mendapatkan sayuran yang awet berminggu-minggu bahkan akan menghemat anggaran untuk membeli sayuran serta mendapatkan sayuran segar serta aman dari hal-hal yang tidak diinginkan dari bahan kimia.
Anda sudah mencobanya atau mengganggap ini adalah teori kuno karena sudah mengetahui sebelumnya, tidak masalah, ceritakan pengalaman Anda cara mengawetkan sayuran dengan cara seperti ini dikolom komentar. Mari berbagi pengalaman agar pahala berlimpah Anda dapatkan untuk meringankan hisab diakhirat dengan berbagi pengetahuan kepada sesama.