Selasa, 08 November 2016

Panduan Lengkap Budidaya Jahe Merah Menggunakan Rimpang / Umbi

Panduan Lengkap Budidaya Jahe Merah Menggunakan Rimpang / Umbi
kebunia :: Panduan lengkap budidaya jahe merah menggunakan rimpang / umbi ini kami sampaikan untuk menjawab berbagai permasalah dalam budidaya jahe merah mulai dari persemaian hingga tanam, perawatan, hingga panen dari para pembeli produk kami agar hasil budidaya jahe merah lebih optimal dikarenakan berbagai perbedaan lingkungan dan struktur media tanam sehingga hasilnya pun berbeda, yang lebih parah lagi banyak pembeli termakan penawaran dari para pedagang yang berlebih-lebihan dalam menjanjikan hasil budidaya jahe merah, dan terkadang diluar nalar seperti menanam jahe merah 1 batang dalam 1 karung menghasilkan 25 kg dalam semusim.

Bagaimana Cara Budidaya Jahe Merah Yang Baik Dan Benar?

Di sinilah kami mencoba memberi jawaban berdasarkan pengalaman sendiri selama membudidayakan jahe merah walaupun hasil panen jahe merah tidak begitu memberi harapan besar menjadi seorang jutawan dari budidaya jahe merah akan tetapi hasil yang dicapai sudah cukup memberikan hasil sesuai yang diinginkan, tentunya berbagai kondisi turut mendukung suksesnya budidaya jahe merah.

Panduan Lengkap Budidaya Jahe Merah Menggunakan Rimpang / Umbi Cara Menyemai Yang Baik Dan Budidaya Di Lahan Ataupun Menggunakan Media Tanam Pengganti Tanah.

Panduan ini kami buat sebagai bonus pembelian produk bibit jahe merah yang kami jual dalam bentuk rimpang atau umbi. Bagi yang ingin mendapatkan bibit jahe merah silahkan hubungi kami di menu kontak. Walaupun demikian panduan ini tidak semata-mata untuk pembeli produk kami, siapapun yang ingin membudidayakan jahe merah yang baik dan benar dengan hasil berlimpah, panduan ini bisa dijadikan ragam acuan, bukan acuan utama karena setiap penjual memiliki pengalaman dan panduan sendiri. Dari hasil pengalaman kami seperti yang akan kami sampaikan.
Setelah produk Anda terima jemur rimpang jahe hingga agak menyusut beratnya bertujuan untuk mengurangi kadar air dan menetralisir penyakit tanaman bawaan,  sekedar mencegah karena penyakit yang ada datang dari berbagai sebab walaupun sudah diupayakan pencegahan dari awal. Dalam paket pembelian sudah kami sertakan bonus hormone yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan bibit dalam persemaian.
Selanjutnya siapkan beberapa bahan yang dibutuhkan yaitu:
  • Media tumbuh yang memiliki sifat menyerap dan menyimpan air berupa tanah berpasir, kompos, atau arang sekam. Kami sarankan untuk menggunakan arang sekam karena sudah terbukti memberikan hasil yang baik karena sifatnya yang mudah menyerap dan menyimpan air, serta sirkulasi udara lancar sehingga pertumbuhan bibit jahe sempurna perakarannya.
  • Air sesuai takaran dalam paket pembelian dicampur cairan yang kami sertakan dalam paket. Masukan larutan dalam sprayer.
  • Wadah untuk menampung media pembibitan.
  • Plastik penutup untuk mencegah penguapan sebelum bibit tumbuh.

Cara Merawat Bibit Jahe Merah Dalam Persemaian 


Setelah rimpang dijemur hingga menyusut, rendam dalam larutan semalam, paginya angkat dan tata dalam media persemaian, tapi terlebih dahulu buat lapisan media setebal 2-5 cm. Tata rimpang jahe di atasnya. Lalu tutup dengan media tanam berupa serbuk arang yang tersedia disekitar Anda karena arang mampu menyimpan air dan membuat media gembur, tidak basah dan tidak terlalu kering..


Saring air rendaman sampai tidak ada kotoran dan masukan dalam sprayer, semprotkan dalam ke media hingga rata dan basah. Tunggu sekitar 1 minggu hingga tunas bermunculan. Jaga kondisi persemaian tetap lembab tapi tidak basah berair atau kekeringan.
Tunggu sekitar 2-3 minggu agar tunas tumbuh dengan sempurna.


Ketika bibit sudah muncul dan tinggi sudah mencapai 2-5 cm pindahkan bibit dengan cara dipotong agar terpisah dari rimpangnya dan usahakan akar tidak rusak.
Cabut dengan akarnya dan biarkan media ikut terbawa serta tidak perlu dibersihkan karena media bawaan akan membantu proses pertumbuhan selanjutnya tanpa butuh beradaptasi dengan media baru.

Pilih tunas jahe merah yang sudah tumbuh dengan sempurna untuk dijadikan bibit dengan ciri perakaran sempurna, dan anakan terlihat sehat.

Biarkan hingga mata tunas dalam rimpang habis tidak lagi tumbuh anakan atau calon anakan tumbuh semua. Rimpang induk masih bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi. Tanam bibit dalam media pembesaran dan terkena sinar matahari penuh minimal 4 jam perhari.
Jika menggunakan polibag dan pot atur jarak tanam dengan acuan 20-30 cm sehingga jumlah tanaman menyesuaikan besaran wadah, misalnya jika menggunakan polibag ukuran 60X60 bisa diisi 4 batang. Jika ukuran dibawahnya menyesuaikan. Akan tetapi jika ditanam dilahan terbuka seperti kebun dan pesawahan jarak tanam bisa 25-30 cm.