Jumat, 23 September 2016

Budidaya Jahe Secara Hidroponik Untuk Memaksimalkan Pertumbuhan dan Kualitas Panen


kebunia:: Budidaya jahe secara hidroponik untuk memaksimalkan pertumbuhan dan kualitas panen dalam sebuah percobaan inovasi budidaya jahe untuk menghasilkan hasil panen jahe yang berukuran besar serta bobot yang maksimal karena selama ini banyak pembudidaya jahe secara konvensional di tanah maupun polibag menggunakan media campuran tanah dan pupuk kandang, sedangkan kami sudah mencoba beberapa media dengan hasil lebih baik dibanding tanah. Dari perkembangan tanaman, pertumbuhan dan ukuran jahe lebih besar dibanding menggunakan tanah.

Beberapa media sudah kami coba untuk mencari media terbaik pengganti tanah dalam budidaya jahe merah secara hidroponik.
Percobaan pertama yang kami lakukan menggunakan media arang.
Hasil yang di dapatkan perakaran lebih banyak dan jahe berukuran lebih besar 2 X lipat dari jahe yang ditanam menggunakan media tanah.
Percobaan kedua menggunakan media campuran arang sekam, sekam kering dan pupuk kandang.
Hasilnya pertumbuhan cukup baik dan ukuran jahe lebih besar dari pada menggunakan tanah.
Percobaan kedua menggunakan sekam kering dan pupuk kandang tanpa fermentasi.
Hasil yang dicapai tanaman tidak memiliki warna hijau atau kehilangan pigmen dan lama-kelamaan membusuk, akan tetapi umbi jahe tetap utuh tidak rusak ataupun busuk.
Percobaan terakhir adalah budidaya jahe putih menggunakan media arang sekam dan air atau hidroponik, hasilnya lihat foto-foto di bawah ini.

Semai umbi jahe putih dalam media campuran sekam kering dan kompos.
 Tunas jahe yang sudah muncul siap dijadikan bibit untuk dipindah di lahan pembesaran.
 Cabut tunas yang muncul kemudian bersihkan akar dari sisa media yang menempel.
 Bibit jahe siap dipindah ke media pembesaran.
Media tanam jahe hidroponik menggunakan arang sekam, sedangkan wadah menggunakan gelas plastik untuk wadah air dan nutrisi hidroponik cair, wadah tanaman dan arang sekam menggunakan potongan botol air mineral.